Sepucuk undangan menghadiri acara sosialisasi RAD Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s/TPB) kabupaten Mimika telah disebar ke berbagai pihak sejak seminggu sebelum 20 Juli 2022. Acara itu akan digelar pada Rabu 20 Juli 2022 antara pukul 09:30 – 12:00 WIT dan bertempat di Auditorium Hotel Cartenz, Timika. Kegiatan ini sendiri merupakan rangkaian dari upaya pelaksanaan TPB di kabupaten Mimika, dimana Partnership-ID sejak awal telah intens mengawal tahapan-tahapannya.
Sampai dengan awal tahun 2022, Tim Koordinasi Daerah Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Kabupaten Mimika Tahun 2020-2024 telah selesai menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk pelaksanaan TPB/SDGs di Kabupaten Mimika. Tim Koordinasi yang terdiri dari unsur pemerintah dan perwakilan pelaku pembangunan non-pemerintah menyusun dokumen tersebut dengan prinsip inklusif, yaitu baik penerima manfaat maupun pelaku pembangunan adalah seluruh unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika tanpa ada yang tertinggal.
Oleh karena itu Rencana Aksi Daerah (RAD) yang sudah disahkan menjadi dokumen kebijakan pembangunan di Kabupaten Mimika sampai dengan tahun 2024 ini perlu diperkenalkan kepada seluruh pelaku pembangunan di Kabupaten Mimika, baik organisasi pemerintah maupun non-pemerintah. Harapannya, jika semua pihak memahami RAD ini maka akan terjadi kolaborasi yang positif di antara para pelaku pembangunan, yang tentu saja akan memperkuat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang sudah ditetapkan dalam dokumen tersebut.


Mengingat dokumen RAD ini merupakan dokumen ‘hidup’ yang dapat dan perlu diperbaharui (update) terutama terkait pencatatan pelibatan dari para pemangku kepentingan yang merupakan bagian dari pengakuan atau rekognisi, maka selain harapan akan terbangunnya pemahaman untuk berkolaborasi, tujuan lain dari pertemuan ini adalah untuk mendapatkan komitmen tambahan pelibatan para pelaku pembangunan serta data maupun info program-program pembangunan yang sudah, sedang atau akan dilakukan.
Jalannya Kegiatan

Rabu (20/07/2022), acara dibuka oleh Bupati Mimika yang diwakili Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hendritte Tandiyono. Sejumlah undangan dari stake holder juga hadir memenuhi undangan, mulai dari Arnold Kayame (PT Freeport Indonesia), Oni Baranda dari YPMAK, Sekretaris Bappeda Mimika, Joseph Manggasa, perwakilan dari berbagai dinas kabupaten Mimika, United Tractors, BPJS dan berbagai undangan lainnya. Kemudian ada pula ibu Regina Wenda, Kepala Tim Sekretariat TPB Kab Mimika, juga bergabung bersama pembicara.
Bupati Mimika dalam sambutannya yang dibacakan Hendritte “Hetty” Tandiyono antara lain mengatakan, tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan komitmen global dan nasional, untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dan pangan, hingga mengentaskan kesenjangan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut, Pemkab Mimika memiliki komitmen pelaksanaan pembangunan serta pencapaian pembangunan yang bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi Bupati-Wakil Bupati Mimika, menjadi visi dan misi pembangunan jangka menengah tahun 2020-2024, yaitu terwujudnya Mimika aman, damai dan sejahtera.
“Wujud dari komitmen tersebut dengan diterbitkannya Keputusan Bupati Nomor 205 Tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Mimika berkelanjutan Tahun 2020-2024 yang merupakan tindaklanjut dari amanat PP Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan,” tandas Hetty.
Diawali dengan doa oleh Ketua FKUB Mimika, Ignasius Adii, talkshow dimulai dengan tabuhan tifa oleh Asisten 3 Setda Mimika, Hendritte Tandiyono bersama Joseph Manggara dan Arnold Kayame.



Joseph Manggara dalam kesempatan itu menjelaskan perkembangan SDGs di Kabupaten Mimika. Pengintegrasian SDGs di Mimika merupakan tujuan dan arah pembangunan Bupati-Wakil Bupati Mimika 2020-2024. Ada 17 tujuan SDGs dari sektor pemerintah di mana salah satunya adalah mengurangi kemiskinan menuju Mimika yang cerdas, aman dan damai, bahkan telah menjadi salah satu pedoman penyusunan RKPD 2023.
“Lewat pertemuan para pimpinan ditetapkan lewat SK Bupati. Dengan prinsip inklusif dan partisipatif dengan melibatkan semua pihak,” jelasnya, sambil menambahkan pemda telah melibatkan swasta dan dunia usaha.
Komitmen daerah, ditegaskannya, adalah dengan membentuk sekretariat SDGs Mimika 2020-2024, yang berperan mengkoordinasikan kerjasama dengan non pemerintah sehingga memiliki peran strategis, untuk menjembatani semua pihak dalam pelaksanaan TPB dimaksud. “Rencana berikut adalah menyusun rencana aksi daerah 2020-2024. Diawali dengan FGD dan 4 pokja sosial, ekonomi, lingkungan dan hukum,” jelasnya.
Selanjutnya Arnold Kayame mewakili manajemen PTFI antara lain mengatakan, salah satu komitmen perusahaan yang telah hadir selama 50 tahun telah melakukan kegiatan yang terintegrasi dimana perusahaan selalu terlibat dan menjalin kerjasama.
“Artinya kita semua berkomitmen untuk bagaimana men support apa yang kita buat. Sasarannya harus tepat sehingga program yang dibuat bisa lebih terencana dan dana yang digunakan bisa berguna lebih optimal bersama Pemda,” jelas Arnold.
Hal ini menurutnya sebagai kesempatan bersama membangun Mimika agar tercapai melalui program SDGs yang dibuat oleh pemerintah. Diakuinya, selama ini banyak program telah dibuat oleh perusahaan, “… dan nanti kita coba analisa kembali dari sekian banyak program itu mana yang sudah sejalan dengan Program SDGs… dan tim kita sudah melakukan evaluasi terhadap semua program kita di PTFI,” paparnya.
Ditegaskan Arnold, PTFI sudah melaksanakan 16 dari 17 point dalam SDGs, dan telah melakukan 63 dari 287 indikator yang ada. “Jadi apa yang sudah dilakukan Freeport juga kita evaluasi secara internal. Sehingga kita punya data yang lengkap seperti kerinduan Pemda,” jelas Arnold yang disambut gelak tawa hadirin
Pembicara berikutnya adalah Oni Baranda mewakili YPMAK (Yayasan Pembangunan Masyarakat Amungme Komoro) yang mengatakan, ada aksi dan dokumentasi dalam setiap program di YPMAK, yang selama ini telah melakukan program di 3 bidang yakni pendidikan, kesehatan dan sosial ekonomi.
“Juga ada asrama yang menampung 1.000 anak di Asrama Taruna Papua di SP 4 Timika. Juga melakukan pelatihan guru dalam kurikulum KTSP,” jelasnya.
YPMAK juga melakukan pendekatan bidang sosbud lewat pendekatan baru, kerjasama dengan berbagai pihak seperti Bank BRI dengan 8 kampung di dataran tinggi, dan 56 kampung di dataran rendah, untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melayani 7 suku dibutuhkan kolaborasi, salah satunya melalui (pembumian) SDGs yang jadi rencana aksi nasional menjadi rencana aksi daerah. Kami sangat bangga menjadi bagian dari aksi itu,” ungkapnya sambil menegaskan bahwa hal itu sesuai dengan visi misi YPMAK meningkatkan harkat hidup masyarakat Suku Amungme dan Komoro.
Dalam sesi diskusi, Ignasius Adii, mengkritisi beberapa hal seperti soal pemberian beasiswa di mana YPMAK dan SDM Setda Mimika juga melakukannnya. Ia juga mempertanyakan arah pembangunan mental spiritual Papua. “… seperti apa ke depan,” ujarnya. Tak lupa ia mempertanyakan soal kemiskinan yang ada di masyarakat serta pengembangan pendidikan dan kesehatan di Mimika.
Dalam tanggapannya, Arnold Kayame mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat harus disiapkan dan semua informasi harus terbuka. “Mimika perlu informasi yang objektif bagi masyarakat. Informasi positif harus bisa mendominasi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mengurangi kemiskinan menjadi salah satu poin penting dalam SDGs, dan Arnold menegaskan, “Langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan untuk mengurangi angka kemiskinan. Kita dukung semua proses ini. Kita semua tidak boleh jalan sendiri-sendiri dalam hal ini.”
Joseph Manggara melanjutkan tanggapan. Dikatakannya, sasaran pembangunan di Mimika adalah semua masyarakat terutama Orang Asli Papua (OAP). “Namun kita harus memberikan kontribusi dalam pembangunan di semua bidang. Peranan pers sangat penting dalam mempublikasikan informasi kepada masyarakat,”jelasnya.
Dalam bidang kemiskinan di tahun 2030, tidak ada lagi orang miskin dan hal itu sudah menjadi target SDGs kabupaten Mimika. “Ini bukan (hal) gampang. Juga tidak ada orang lapar, dan semua masyarakat harus menerima pelayanan kesehatan sejak di dalam kandungan. Juga pembangunan karakter, mental dan spiritual. Mimika jadi satu-satunya kabupaten di Mimika yang sudah punya RAD dalam SDGs,” papar Joseph.




Berturut- turut kemudian perwakilan dari United Tractors, BPJS dan dinas Pemberdayaan Perempuan menyampaikan tanggapannya. Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu “Tanah Papua”, dan ditutup dengan doa berlanjut ramah tamah makan siang bersama. (MF/TIP).

