Kuala Kencana, 28 September 2022
PT. Freeport Indonesia (PTFI) memiliki Divisi Community Relations yang tugas utamanya adalah membina hubungan baik dengan komunitas lokal di Papua, baik secara langsung maupun melalui mitra-mitra lokal. Pada tanggal 23 – 25 Mei 2022, PTFI telah mengadakan rangkaian acara bincang – bincang dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), yang difasilitasi oleh Partnership-ID. Selain berhasil merekatkan hubungan kemitraan antara kedua belah pihak, wakil-wakil dari PTFI yang hadir dalam acara tersebut melihat perlunya tindak-lanjut dari acara bincang-bincang tersebut.
Hasil dari bincang-bincang tersebut juga memberi masukan kepada PTFI untuk melakukan penguatan kapasitas dan kualitas Divisi Community Affairs dalam mengelola kemitraan dengan para pemangku kepentingan dan kepada Partnership-ID diharapkan dapat memfasilitasi proses penguatan kapasitas tersebut.
Dalam perkembangannya, digagaslah acara lokakarya untuk melakukan proses penguatan kapasitas tersebut dengan tujuan-tujuan sebagai berikut:
- Membangun pemahaman bersama mengenai konteks kemitraan agar memperkuat hubungan PTFI dengan mitra-mitra untuk pembangunan di Papua.
- Melatih diri, menerapkan ilmu dan tips agar kemitraan PTFI baik secara internal maupun dengan mitra-mitra lokalnya berjalan efektif dan efisien.
- Memperkuat kapasitas, dan rasa percaya diri dalam mengelola kemitraan dengan prinsip, pendekatan, dan keterampilan yang memadai.
Pendekatan yang dipakai fasilitator P-ID untuk memandu diskusi adalah diskusi kelompok yang menerapkan teknik World Café, dengan pendekatan Inquiry-Inspire-Imagine-Innovate.


Pada 28 September 2022, acara lokakarya digelar di Kuala Kencana dan sesi awal dimulai dengan materi “Pemahaman Tentang Kemitraan”. Pada sesi ini dibahas intisari konsep kemitraan untuk pembangunan, transactional – collaborative relations, proses dan siklus kemitraan, tantangan kemitraan serta nilai dan prinsip yang perlu dianut, diakhiri dengan cara-cara mengelola kemitraan (partnership brokering).

Sesi ke dua membahas bagaimana penerapan tahap-tahap dari prinsip SOAR. Dimulai dengan tahap INQUIRY, yang diterjemahkan sebagai memahami situasi hubungan kemitraan PTFI dan komunitas. Berlanjut kemudian memahami sektor-sektor yang berbeda serta memahami siapa saja mitra PTFI Community Affairs. Berikutnya adalah memetakan kekuatan dan peluang dalam konteks internal dan eksternal, diakhiri dengan pemetaan tantangan dan mitigasi dalam konteks internal dan eksternal.

Sesi berikutnya dibahas tahapan IMAGINE – INNOVATE – INSPIRE. Disini para peserta diminta untuk membayangkan situasi ideal yang ingin diraih dalam membina kemitraan dengan masyarakat, dan bagaimana merealisasikannya. Sesi ini membahas pula hasil questionnaire yang berfokus pada kualitas kemitraan (internal) dan diperdalam lewat diskusi kelompok.

Pada diskusi kelompok ini, para peserta diminta untuk membayangkan (imagine) proses mitigasi dan peluang untuk kemitraan PTFI yang lebih baik dengan komunitas (mengacu pada sesi pagi), dan menelurkan gagasan-gagasan inovatif (Innovate) berupa langkah-langkah nyata untuk perbaikan atau ide-ide baru (inspirasi)
Di sesi terakhir, pada pukul 15.00 – 16.00 para peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka dan mendapat pembahasan yang dinamis dan hangat dari peserta lainnya. Inspirasi yang mengemuka adalah munculnya berbagai rencana tentang proses, yang akan dibahas kembali pada workshop #2, pada 2023. (MF/YK/TIP)

