TIMIKA – KAMIS, 15 SEPTEMBER 2022
Ketika pada 20 Juli 2022 Pemda Kabupaten Mimika mengadakan sosialisasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di hadapan organisasi pemerintah daerah (OPD) dan organisasi/lembaga non-pemerintah, tanggapan positif bermunculan. Mereka menyambut baik ajakan Pemda untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan percepatan pencapaian TPB di Kabupaten Mimika.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemda Kabupaten Mimika yang diwakili oleh Tim Sekretariat TPB Bappeda Kab. Mimika lalu menyelenggarakan dialog langsung dengan para perwakilan organisasi pelaku pembangunan non-pemerintah yang beroperasi di wilayah kabupaten Mimika. Maka diundanglah organisasi, institusi, atau lembaga yang bergerak dalam dunia usaha (swasta, BUMN, BUMD, maupun Koperasi) maupun nirlaba ( organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan, pendidikan, konservasi lingkungan, filantropi dan organisasi donor pembangunan) dalam sebuah pertemuan di Hotel Diana, Timika, pada Kamis 15 September 2022.
Acara itu bertitel “PERAN PELAKU PEMBANGUNAN NON-PEMERINTAH DALAM PERCEPATAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (TPB) / SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)” dan sebagaimana sebelumnya, Partnership-ID juga berperan aktif dalam melakukan pendampingan dan pengarahan kegiatan yang masih menjadi bagian dari aktifitas pelaksanaan RAD “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” Pemda Mimika tersebut.
Dalam undangan yang beredar disampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah satu, agar peserta memahami apa yang perlu dilakukan dalam proses keikutsertaan guna mencapaia Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, apa peran yang diharapkan sebagai pelaku pembangunan non-pemerintah, serta manfaat apa yang didapatkan dalam partisipasi tersebut. Kedua, peserta memahami apa yang dimaksud dengan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang menjadi acuan pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta memahami bagian-bagian dalam RAD tersebut yang berkorelasi dengan keikutsertaan pelaku pembangunan non-pemerintah dalam pencapaian TPB.
Maka pada Kamis, 15 September 2022, acara yang berlangsung di hotel Diana, Timika itu didahului oleh pembacaan doa dan dilanjutkan dengan pidato pembukaan pemerintah daerah kabupaten Mimika, yang dilakukan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Willem Naa, S.Pd, M.MT.

Acara berlanjut dengan diskusi yang dikemas dalam format “talk show”, dan dipandu oleh Kemal Soeriawidjaja dari Partnership-ID. Peserta tampak memenuhi ruangan 5 & 6 Hotel Horison Diana Lt 5, sejak pukul jam 9.30 hingga 12.00 WIT, dan semuanya merupakan perwakilan organisasi non-pemerintah, baik profit maupun non-profit. Perwakilan dari beberapa lembaga konservasi lingkungan juga tak ketinggalan, mulai dari Yayasan Blue Forest, Ekologi Sahul, serta Taman Nasional Lorentz.


Dalam pengantar diskusi, Joseph Manggasa selaku Sekretaris Bappeda Kab Mimika, menyampaikan pesan kepada para pelaku non-pemerintah untuk mencatatkan program kerja yang relevan dalam RAD TPB Kab. Mimika, yang disusun oleh Pemda Kabupaten Mimika bersama dengan beberapa organisasi non-pemerintah.

RAD ini merupakan turunan dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Kabupaten Mimika Periode 2020-2024 (yang telah disahkan pada tahun 2021), yang disusun untuk menjalankan amanat PerPres 59/2017. Namun mengingat masih banyak organisasi/lembaga pelaku pembangunan non-pemerintah yang beroperasi di Kabupaten Mimika yang belum terakomodir dalam RAD tersebut maka Pemda terus mensosialisasikan RAD ini dan membuka ruang untuk melakukan kaji ulang atau revisi atas dokumen tersebut dengan maksud agar semua organisasi pelaku pembangunan non-pemerintah yang belum terakomodir dalam RAD tersebut dapat ikut serta.
Untuk kepentingan tersebut, maka organisasi pelaku pembangunan non-pemerintah cukup menyampaikan program kerjanya kepada pihak Sekda, terutama program kerja pada tahun 2023 / 2024 yang terkait dengan tujuan dan indikator yang ada dalam 17 TPB agar dapat dicatat dalam RAD yang direvisi sebagai bagian dari proses pencapaian “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” di Kabupaten Mimika.
“… Dengan pencatatan ini maka peran dan kontribusi dari pelaku pembangunan non-pemerintah, organisasi yang Bapak dan Ibu wakili, dalam pencapaian TPB/SDGs akan dapat diketahui oleh public, “ tegas Joseph. Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya pencatatan ini dalam RAD, maka diharapkan akan terjadi sinergi dalam program-program pembangunan di Kabupaten Mimika, membuka peluang kolaborasi multi pihak untuk memperbesar dampak yang dihasilkan bagi masyarakat serta meminimalisir kemungkinan terjadinya program kerja yang tumpang tindih, sehingga terjadi percepatan pencapaian TPB/SDGs di Kabupaten Mimika.

Andriyana Saputro, mewakili PTFI, menjadi pembicara pertama mewakili pelaku pembangunan non-pemerintah dari sektor dunia usaha. Sebagai perwakilan dari korporasi/dunia usaha, ia memaparkan apa yang telah dilakukan PTFI dalam berpartisipasi pada pencapaian “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” serta tantangan apa yang dihadapi dalam proses tersebut. Tak lupa ia juga berbagi pengalaman tentang hal-hal yang mereka lakukan untuk mengatasinya.

Onny Wiranda, mewakili Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Komoro (YPMAK), memberikan paparan tentang peran pelaku pembangunan non-pemerintah dari organisasi nirlaba dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Mimika. Sebagai perwakilan dari organisasi nirlaba, Onny menyampaikan sudut pandangnya atas peran partisipasi apa yang dapat dilakukan sebuah organisasi kemasyarakatan untuk mencapai “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” di kabupaten Mimika. Paparan Onny terasa bernas dan layak menjadi percontohan tentang bagaimana kinerja sebuah yayasan berbasis pemberdayaan masyarakat ternyata begitu pararel dengan RAD Kabupaten Mimika.

Beragam tanggapan pun muncul. Salah satunya yang patut dicatat adalah dari pak Jeffry, yang datang mewakili PT Triatra. Ia menceritakan pengalaman perusahaannya dalam pencatatan RAD. Ia pun mengakui, dampak positif pencatatan tersebut adalah memunculkan peluang kolaborasi baru dengan banyak pihak di Mimika.
Acara berlanjut dengan berbagai tanya jawab, dan diakhiri tepat pukul 12.00 WIT dengan makan siang dan ramah tamah. (MF/TIP)

