Artikel aslinya dapat dilihat pada PERGURUAN TINGGI, PERAN PEMERINTAH DAN PENGEMBANGAN BLUE ECONOMY | Semantic Scholar

RINGKASAN DAN PENGANTAR

Ekonomi Biru sebagai pengarusutamaan pembangunan nasional mengintegrasikan pembangunan ekonomi berbasis darat dan laut secara berkelanjutan yang saat ini masih terus dikembangkan. Ekonomi biru akan berlanjut mendorong berbagai stakeholder, pemerintah, perguruan tinggi, bisnis, dan masyarakat untuk terus menerus mengeksplorasi peluang aplikasi ekonomi biru dan strategi operasional didalam proses industrialisasi bidang kelautan dan perikanan. Ekonomi biru memerlukan aplikasi pengetahuan dan dukungan teknologi.

Artikel ini telah banyak dimuat pada berbagai jurnal, dan P-ID juga mengangkatnya sebagai bagian dari kepedulian kami mengusung ide-ide pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

PENDAHULUAN

Indonesia perlu mengubah sudut pandang atau paradigma pembangunan ekonomi agar mampu berkompetisi, baik dalam skala lokal, regional maupun dunia. Per ubahan paradigma pembangunan ekonomi dengan orientasi pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan dibangun melalui inovasi teknologi yang menitikberatkan pada integrasi ekosistem. Sementara itu peningkatan produktivitas dan keunggulan kompetitif diarahkan untuk mendukung kelestarian dan kemampuan keberlanjutan daya dukung lingkungan dan potensi sumberdaya alam dan pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan, serta upaya pengentasan kemiskinan dan keterkaitan dengan ekonomi global. Disisi lain, trend pembangunan ekonomi di masa mendatang akan sangat mengintegrasikan perekonomian lokal, regional dan global, yang diwarnai ketatnya persaingan antar pelaku ekonomi.

Akumulasi ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempercepat transformasi dunia, termasuk perubahan paradigma ekonomi global menuju suatu ekonomi berkelanjutan. Paradigma baru yang telah dikembangkan saat ini adalah Blue Economy atau Ekonomi Biru (EB).  EB adalah konsep yang dinamis, berupa pendekatan pembangunan terakhir yang saat ini masih terus dikembangkan, bertujuan untuk pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Eb, ringkasnya adalah suatu model ekonomi baru untuk mendorong pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Mengapa pendekatan Blue Economy atau Ekonomi Biru diperlukan? Bagaimana peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam mendorong inovasi dalam implementasi Ekonomi Biru di Indonesia? Paper ini ingin memberikan gambaran tentang apa dan bagaimana pendekatan Ekonomi Biru, rekomendasi apa yang dapat diaplikasikan dalam mendorong Perguruan Tinggi dan Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah, berperan aktif di dalamnya.

BLUE ECONOMY, POLA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Situasi ekonomi Indonesia dapat mempengaruhi kinerja ekonomi global (kekuatan ekonomi global). Hal ini diprediksi dalam The Wealth Report 2013 (www.thewealthreport.net), bahwa pada tahun 2050 Indonesia akan berada pada posisi 10 besar negara paling berpengaruh dalam ekonomi dunia (berdasarkan nilai prediksi ranking GDP pada Purchasing Power Parity/PPP). Salah satu faktor kunci untuk keberhasilan ekonomi ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan baru dihasilkan.

Ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) dan inovasi adalah kunci untuk mampu bersaing dalam tren perubahan ekonomi dunia. Seperti dijelaskan pada Gambar 1, pergerakan perilaku ekonomi dimulai dari ekonomi berbasis industri, kemudian bergerak pada ekonomi teknologi tinggi (knowledge-economy) dengan mekanisasi produksi, dan akhirnya menuju kepada ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi (ilmu pengetahuan dan teknologi). Pemenangnya adalah mereka yang mampu menerapkan inovasi pada produk dan pelayanan. Inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi bernilai ekonomi dengan memasukkan elemen-elemen strategi pertumbuhan, strategi kompetitif, proposisi nilai, segmentasi pasar, model pendapatan dan struktur rantai nilai.

Penelusuran tren global mengarah pada 6 (enam) aspek pembangunan besar jangka panjang yang membentuk dunia kita, yaitu:

Keenam aspek tersebut disajikan pada Gambar 1 berikut ini

Tags: